MGMP Pemasaran Jawa Timur Perkuat Sinergi Industri: Transformasi Kompetensi Digital Marketing dan Persiapan LKS 2026
By Admin
Ahmad Madani
nusakini.com, Surabaya, 16 Februari 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pemasaran Jawa Timur mengambil langkah proaktif dalam menghadapi tantangan ekonomi digital dengan menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Digital Marketing. Acara yang bertempat di SMKN 1 Surabaya ini dihadiri oleh perwakilan MGMP dari berbagai kota dan kabupaten di seluruh Jawa Timur untuk menyamakan persepsi terkait kurikulum industri dan teknis Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2026.
Menjawab Tantangan Industri dengan Kompetensi Relevan
Narasumber utama, Ahmad Madani, seorang praktisi pemasaran sekaligus Sekretaris Jenderal KOMISI dan Juri Nasional LKS Dikmen 2026, menegaskan bahwa fokus utama pendidikan vokasi saat ini adalah penyelarasan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI)
Dalam workshop ini, diputuskan bahwa mengingat jumlah peserta yang masif (lebih dari 60 orang), kompetensi akan difokuskan pada dua modul utama dengan bobot penilaian tertinggi: Komunikasi & Layanan Pelanggan serta Penjualan & Layanan Digital.
"Kami tidak hanya bicara tentang cara membuat konten, tapi bagaimana membangun interaksi yang menghasilkan penjualan melalui Live Streaming dan pengelolaan data yang akurat," tegas Ahmad Madani.
Bedah Modul: Dari Roleplay Offline hingga Live TikTok
Workshop ini membedah secara rinci dua pilar utama kompetensi yang akan diujikan di tingkat provinsi maupun nasional:
1. Modul Komunikasi dan Layanan Pelanggan (Offline)
Modul ini menguji kemampuan interaksi tatap muka melalui simulasi pelayanan di Dealer Yamaha. Peserta dituntut menguasai empat skenario krusial:
Greeting: Teknik pembukaan dan membangun kepercayaan awal.
Up Selling: Mengarahkan pelanggan ke unit dengan fitur lebih tinggi, seperti Yamaha Fazzio.
Handling Objection: Menangani keberatan pelanggan terkait harga atau teknologi baru.
Delivery: Edukasi fitur unit, seperti Smart Key dan aplikasi My Yamaha saat serah terima.
2. Modul Penjualan dan Layanan Digital (Online)
Fokus pada penguasaan media sosial dan Live TikTok Selling. Poin penilaian meliputi:
Persiapan & Visual: Estetika area live, pencahayaan, dan kelengkapan profil akun.
Performa Live: Penggunaan Power Hook di 30 detik pertama, Value Delivery fitur produk, dan kejelasan Call to Action (CTA)
Kualitas Konten: Penerapan teknik copywriting AIDA dan Visual Branding yang profesional.
Analisis Data: Kunci Evaluasi Penjualan Digital
Salah satu materi yang paling ditekankan adalah kemampuan membaca Dashboard Metrics. Peserta diajarkan untuk menganalisis angka riil seperti jumlah penonton, likes, dan komentar untuk memberikan rekomendasi perbaikan strategi di masa depan.
Asrofi Almuhanam, SE., MM, Ketua MGMP Pemasaran Jawa Timur, menyatakan, "Siswa harus mampu mempertanggungjawabkan hasil kinerjanya melalui data. Inilah yang membuat mereka kompetitif di industri."
Dukungan teknis juga datang dari Ibu Lilik Kurniati M.Pd. (Penjab LKS Provinsi) dan Ibu Intan Ayu Muliawati, S.Pd. (SMKN 1 Malang), yang mengapresiasi kejelasan kisi-kisi teknis ini untuk memudahkan pendampingan siswa.
Peserta didik seperti Riskulloh Izzatul Ibad (SMKN 1 Malang) dan Utya Nurusshofa Asdina Zahra (SMKN 1 Ponorogo) mengaku lebih optimis menghadapi kompetisi. "Kami belajar bahwa Live Streaming bukan sekadar bicara, tapi ada teknis dan data di belakangnya," pungkas Utya.
Tentang Penyelenggara:
MGMP Pemasaran Jawa Timur berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pengembangan kompetensi guru dan siswa SMK Pemasaran di seluruh Jawa Timur agar selaras dengan standar global. (*)